visiting

Jumat, 15 Maret 2013

15 Maret 2013

jumat malam dengan hembusan angin dari kipasku serta riuhnya suara dari kendaraan yang berlalu lalang, ditemani wayang-wayang OVJ yang sedang memenuhi kewajiban mereka menghibur penonton dan laptopku yang bertengger manis memandangku kasihan. sambil menanti balasan pesan dari seseorang diujung sana yang mungkin saat ini sedang bersama teman-temannya, bercerita dan bercanda diiringi tawa renyah mereka. aku tidak tau apakah dia yakin aku menunggunya disini, dengan perasaan kacau setelah membaca hal yang sebenarnya aku tau itu akan menyakitkan. bukan. bukan hanya aku. bukan yang pertama. dan bukan satu-satunya.
awal oktober, aku tidak pernah tau itu adalah awal pertemuanku dengannya. sekilas. tidak terlalu penting. namun andaikan aku tau itulah pertanda hari ini ada, dengannya dipikiranku dan alasan bagiku menulis ini. tidak bisa pergi. aku terjebak di dimensi ini. dimensi dimana aku tidak dapat membedakan antara bertahan untuk mempertahankan ataukah bertahan karena kebodohan. sesuai tulisan seseorang dalam blog nya (sebelumnya aku minta maaf), dia merasakan hal ini lebih dulu dariku. tidak. bukan salahnya.
selanjutnya bulan desember penuh jebakan. desember yang menciptakan semua ini. desember bukanlah akhir melainkan awal dari semua kesesatan ini. andai aku bisa kembali ke desember. tapi aku tidak mau. hhh! apa sebenarnya yang aku inginkan? aku menginginkannya. ya! dia yang mungkin tidak akan pernah terjangkau oleh duniaku. kita berjalan di orbit masing-masing. dua molekul yang tidak pernah bisa menyatu, air dan minyak.
aku mengutip dari kata-kata sebuah novel. kita diciptakan untuk bersama tapi tidak pernah bisa bersama. seperti hujan dan teduh. seperti siang dan malam. seperti petir dan pelangi. seperti lapar dan kenyang. ya. kita diciptakan untuk bersama, tapi tidak pernah bisa bersama. kamu terlihat begitu jauh untuk dijangkau, walaupun kamu mencoba membuatnya terlihat dekat, kenyataan memutuskan hal yang lain. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar